Rumah selalu jadi pelabuhan terakhir, tempat kita beristirahat dan berada di pelukan orang-orang yang menyayangi.
berdamai dengan ortu
Kuping panas dan hati selalu kesal saat kita enggak pernah sejalan sama ortu. Dilarang ini itu dengan alasan yang enggak bisa kita terima. Coba berdamai dengan mereka, yuk:
1. Speak aloud
Semakin kita diam saja, ortu enggak tahu apa yang ada di pikiran kita. Mereka bukan peramal sehingga kita harus bilang sama mereka tentang perasaan, pendapat dan mau kita. Dengan begitu mereka lebih mengerti gimana cara menghadapi kita.
2. Enggak gampang ngamuk
Gara-gara lagi marahan sama pacar, kita jadi sensi sama Mama. Tiba-tiba cemberut enggak karuan. Mama yang enggak tahu apa-apa jadi serba salah, dong. Remember, gals, mentang-mentang kita tahu Mama atau keluarga akan selalu ada, bukan berarti kita seenaknya memperlakukan mereka. They have feelings too.
kenapa enggak…
- mencium pipi Mama dan Papa saat mau berangkat sekolah
- memberi semangat lewat SMS saat adik atau kakak sedang ujian
- membereskan kamar tanpa harus disuruh terlebih dahulu
- bikin susu sendiri untuk sarapan
- berkumpul di ruang keluarga daripada berkutat dengan komputer di kamar
- batalkan janji dengan pacar biar bisa makan malam bareng keluarga
- nonton di bioskop bareng Mama, Papa, adik dan kakak
- berhenti SMS-an atau autis di laptop saat sedang berkumpul dengan keluarga
this is for y’all
Menghabiskan uang buat diri sendiri memang membahagiakan. Tapi lebih membahagiakan lagi kalau kita bisa melihat Mama, Papa, kakak atau adik di rumah tersenyum senang menerima pemberian dari kita. Sisihkan uang jajan kita per hari @Rp5.000. Lalu berikan mereka ini
- Mama:
Beli bros untuk Mama dengan mengumpulkan uang selama 10 hari.
10 X Rp5.000 = Rp50.000
- Papa:
Beli topi untuk Papa dengan mengumpulkan uang selama 25 hari
30 X Rp5.000 = Rp150.000
- Kakak:
Beli CD band favoritnya hanya cukup mengumpulkan uang selama 9 hari.
9 hari X Rp5.000 = Rp 45.000
- Adik:
Kumpulkan uang selama 4 hari untuk membelikan adik bando lucu.
2 hari X Rp5.000 = Rp20.000
family moment
Selalu ada hal-hal menyenangkan bersama keluarga. Mereka itu priceless dibanding siapa pun.
Tika, kelas 3 SMA 1 Tangerang
“Aku dan keluarga selalu menyempatkan piknik setiap tahunnya. Biasanya kita pergi ke suatu tempat bernuansa alami, bisa pegunungan atau pantai. Ciri khas dari keluargaku, tuh, selalu menggelar tikar dan makan bersama di sana. Kita enggak tahu malu banget, deh. He he he. Nah, saat makan itu kita biasa suap-suapan. Mama bisa suapin Papa dan sebaliknya. Hu hu hu.”
Nadira, kelas 2 SMA Lazuardi Jakarta
“Keluargaku, tuh, termasuk keluarga besar yang heboh. Kita punya kebiasaan setiap ada yang ulang tahun pasti dikasih surprise. Pas jam dua belas malam kita datang ke kamar sambil bawa kue dan kado. Tapi enggak lupa juga menyiapkan ramuan untuk menyiram yang sedang ulang tahun. Kami sekeluarga enggak akan memberhentikan kebiasaan yang menyenangkan itu.”
Quiz Box:
are you a family person?
1. Lebih enak merayakan ulang tahun bersama
a. Teman
b. Keluarga
2.Kita datang di setiap acara keluarga
a. Selalu
b. Jarang
3. Hari ulang tahun sahabat dan tante kita jatuh pada hari yang sama. Kita lebih memilih menghadiri acara ulang tahun
a. Sahabat
b. Tante
4. Aku lebih memilih merayakan tahun baru bersama
a. Teman
b. Keluarga
5. Kebanyakan foto di komputer kita lebih banyak foto
a. Teman
b. Keluarga
Kalau jawaban kita kebanyakan A, artinya:
We are a friends person. Wah, wah, coba, dong, prioritaskan keluarga kita sendiri. Bagaimana pun juga kita akan butuh mereka. Imbangi pergi keluar bersama teman dengan kualitas waktu kita di rumah, ya.
Kalau jawaban kita kebanyakan B, artinya:
We are a family person. Bagi kita kepentingan keluarga tetap harus didahulukan. Hmmm, tapi kalau memang acara bareng teman penting banget, sekali-kali boleh, kok, minta izin untuk menghadirinya.
“Other things may change us, but we start and end with family”
Anthony Brandt
from: kaWanku no. 42-2009