Punya mimpi jadi peacemaker kayak Mother Theresa sah-sah saja, kok. Tapi, sebelum kita bisa jadi peacemaker buat orang lain, pertama-tama mesti peace sama diri sendiri dulu, dong.
Contreng (√) pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan diri kita: (ARTISTIK: Dibikin kotak2 biar bisa dicentang yaaa)
- Suka pasang status yang super panjang di Facebook untuk kasih tahu kalau kita lagi sedih banget.
- Dalam hati, kita sering merasa dunia ini enggak adil. Apalagi setelah melihat teman yang ‘lebih’ di atas kita.
- Kepikiran untuk kabur dari rumah karena merasa enggak sepaham sama Mama dan Papa.
- Nangis enggak berhenti-henti karena putus sama pacar. Waktu dua bulan enggak cukup untuk melupakannya.
- Pernah terpikir untuk bunuh diri biar semua masalah tuntas.
- Rasanya enggak ada orang di dunia yang hidupnya lebih sengsara daripada kita.
Kalau kita mayoritas setuju dan mencontreng lebih dari tiga pernyataan di atas, artinya kita belum ‘berdamai’ sama diri sendiri.
Memang sih, kita masih remaja. Penginnya hidup tuh aman, damai, sejahtera. Hari-hari penuh canda tawa, seseruan bareng teman, dan diperhatikan sama mama. Tapi mana ada hidup tanpa masalah? Putus sama pacar, sakit hati? Jelas. Berantem sama sahabat, kesal? Banget. Dimarahin mama gara-gara pulang telat, ngambek? Pastinya. Kalau mau didaftar, pasti banyak hal yang bikin hidup kita enggak indah. Tapiii… tugas kita lah untuk membuat diri sendiri jadi bahagia. Jadi, singkirkan dulu keinginan untuk jadi peacemaker buat dunia ini, dan jadilah peacemaker buat diri sendiri:
1. Memasang status yang bisa memberikan semangat buat kita dan teman-teman. Kita bisa, kok, mencari quotes yang inspiratif. Jadi mood teman-teman yang baca status kita enggak ikutan down karena status tersebut. Plus, keseringan nulis sesuatu yang negatif tuh sama saja kayak ‘mengundang’ hal-hal yang lebih buruk buat datang. Ingat, mulutmu harimaumu. Mending ganti dengan yang positif, kalau si positif beneran datang, kita semua senang, kan?
2. Enggak pilih-pilih teman. Mata kita jadi terbuka untuk melihat berbagai macam kondisi, baik kaya maupun miskin, baik cantik atau biasa saja. Dengan begitu, kita bisa menyadari kenyataan enggak selalu seperti yang kita pikirkan. Dijamin kita pasti lebih mensyukuri apa yang telah diberikan pada kita.
3. Usahakan mengeluarkan uneg-uneg ke ortu. Ortu kadang enggak tahu apa mau kita kalau kita enggak bilang. Sebenarnya mereka juga enggak mau marahin kita, kok. Cuma mereka suka bingung apa mau anaknya. Ciptakan demokrasi di keluarga sendiri, yuk.
4. Berdayakan kehidupan sosial kita. Punya banyak teman dan aktivitas akan membuat hidup kita enggak terfokus sama satu hal saja. Putus sama pacar mah enggak masalah. Curhat dan perhatian bisa didapat dari keluarga atau sahabat, kok. Acara malam mingguan juga bisa diganti jadi hangout bareng teman. Malah kita bisa dengan cepat menemukan gebetan baru di tempat hangout. Who knows?
from: kaWanku no. 50-2009
Contreng (√) pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan diri kita: (ARTISTIK: Dibikin kotak2 biar bisa dicentang yaaa)
- Suka pasang status yang super panjang di Facebook untuk kasih tahu kalau kita lagi sedih banget.
- Dalam hati, kita sering merasa dunia ini enggak adil. Apalagi setelah melihat teman yang ‘lebih’ di atas kita.
- Kepikiran untuk kabur dari rumah karena merasa enggak sepaham sama Mama dan Papa.
- Nangis enggak berhenti-henti karena putus sama pacar. Waktu dua bulan enggak cukup untuk melupakannya.
- Pernah terpikir untuk bunuh diri biar semua masalah tuntas.
- Rasanya enggak ada orang di dunia yang hidupnya lebih sengsara daripada kita.
Kalau kita mayoritas setuju dan mencontreng lebih dari tiga pernyataan di atas, artinya kita belum ‘berdamai’ sama diri sendiri.
Memang sih, kita masih remaja. Penginnya hidup tuh aman, damai, sejahtera. Hari-hari penuh canda tawa, seseruan bareng teman, dan diperhatikan sama mama. Tapi mana ada hidup tanpa masalah? Putus sama pacar, sakit hati? Jelas. Berantem sama sahabat, kesal? Banget. Dimarahin mama gara-gara pulang telat, ngambek? Pastinya. Kalau mau didaftar, pasti banyak hal yang bikin hidup kita enggak indah. Tapiii… tugas kita lah untuk membuat diri sendiri jadi bahagia. Jadi, singkirkan dulu keinginan untuk jadi peacemaker buat dunia ini, dan jadilah peacemaker buat diri sendiri:
1. Memasang status yang bisa memberikan semangat buat kita dan teman-teman. Kita bisa, kok, mencari quotes yang inspiratif. Jadi mood teman-teman yang baca status kita enggak ikutan down karena status tersebut. Plus, keseringan nulis sesuatu yang negatif tuh sama saja kayak ‘mengundang’ hal-hal yang lebih buruk buat datang. Ingat, mulutmu harimaumu. Mending ganti dengan yang positif, kalau si positif beneran datang, kita semua senang, kan?
2. Enggak pilih-pilih teman. Mata kita jadi terbuka untuk melihat berbagai macam kondisi, baik kaya maupun miskin, baik cantik atau biasa saja. Dengan begitu, kita bisa menyadari kenyataan enggak selalu seperti yang kita pikirkan. Dijamin kita pasti lebih mensyukuri apa yang telah diberikan pada kita.
3. Usahakan mengeluarkan uneg-uneg ke ortu. Ortu kadang enggak tahu apa mau kita kalau kita enggak bilang. Sebenarnya mereka juga enggak mau marahin kita, kok. Cuma mereka suka bingung apa mau anaknya. Ciptakan demokrasi di keluarga sendiri, yuk.
4. Berdayakan kehidupan sosial kita. Punya banyak teman dan aktivitas akan membuat hidup kita enggak terfokus sama satu hal saja. Putus sama pacar mah enggak masalah. Curhat dan perhatian bisa didapat dari keluarga atau sahabat, kok. Acara malam mingguan juga bisa diganti jadi hangout bareng teman. Malah kita bisa dengan cepat menemukan gebetan baru di tempat hangout. Who knows?
from: kaWanku no. 50-2009